Archive for September, 2009

KEMOLALAN & SIFAT KOLIGATIF LARUTAN

Tuesday, September 15th, 2009

Dear students….

This is the first material that can I give to my students in 12 Science. The material tells about Kemolalan & SKL.  I Hope this material can make you understand….

KEMOLALAN

Kemolalan / molalitas adalah suatu besaran konsentrasi larutan yang menyatakan banyaknya mol zat terlarut dalam 1000 gram (1 Kg) pelarut

Rumus molalitas : m = ( g x 1000 ) /  ( Mr x p )

Keterangan :

g = massa zat terlarut (gram)
p = massa pelarut (gram)
Mr = Massa molekul relatif

Fraksi mol adalah suatu besaran konsentrasi larutan yang menyatakan perbandingan jumlah zat terlarut dalam jumlah mol larutan

Rumus fraksi mol :
Xzt =         ( nzt)/ ( nzt + np)

Keterangan :

Xzt = fraksi mol zat terlarut
nzt = mol zat terlarut
np = mol pelarut

SIFAT KOLIGATIF LARUTAN

  • Pengertian sifat koligatif larutan

Sifat Koligatif Larutan adalah sifat yang tergantung pada jumlah partikel zat terlarut (konsentrasi zat terlarut) dan tidak tergantung pada jenis zat terlarut

Sifat koligatif larutan terbagi 2 :
1. Sifat Koligatif Larutan Elektrolit (ada faktor Van’t Hoff berlambang “i”)
2. Sifat Koligatif Larutan Nonelektrolit

Macam-macam sifat koligatif larutan :
1. Penurunan tekanan uap jenuh (rP)                                 r = delta
2. Kenaikan titik didih (rTb)
3. Penurunan titik beku (rTf )
4. Tekanan osmotik (phi)

PENURUNAN TEKANAN UAP JENUH (rP)

Pada setiap suhu, zat cair selalu mempunyai tekanan tertentu. Tekanan ini adalah tekanan uap jenuhnya pada suhu tertentu. Penambahan suatu zat ke dalam zat cair menyebabkan penurunan tekanan uapnya. Hal ini disebabkan karena zat terlarut itu mengurangi bagian atau fraksi dari pelarut, sehingga kecepatan penguapan berkurang.

Menurut RAOULT:
p = po . Xp

dimana:
p = tekanan uap jenuh larutan
po = tekanan uap jenuh pelarut murni
XP = fraksi mol pelarut

Karena Xp + Xzt = 1, maka persamaan di atas dapat diperluas menjadi:
rP = po . Xzt

dimana:
rP = penurunan tekanan uap jenuh pelarut
po = tekanan uap pelarut murni
Xzt = fraksi mol zat terlarut

KENAIKAN TITIK DIDIH (rTb)

Adanya penurunan tekanan uap jenuh mengakibatkan titik didih larutan lebih tinggi dari titik didih pelarut murni.
Untuk larutan non elektrolit kenaikan titik didih dinyatakan dengan:
rTb = m . Kb

dimana:
rTb = kenaikan titik didih (oC)
m = molalitas larutan
Kb = tetapan kenaikan titik didih molal

PENURUNAN TITIK BEKU ( rTf )

Untuk penurunan titik beku persamaannya dinyatakan sebagai :

rTf = m . Kf            = W/Mr . 1000/p    .    Kf

dimana:
rTf = penurunan titik beku (0C)
m = molalitas larutan (m)
Kf = tetapan penurunan titik beku molal
W = massa zat terlarut (gram)
Mr = massa molekul relatif zat terlarut
p = massa pelarut (gram)

Apabila pelarutnya air dan tekanan udara 1 atm, maka titik beku larutannya dinyatakan sebagai:
Tf = ( O – rTf )oC

Kb dan Kf adalah konstanta yang bergantung pada jenis pelarut.

TEKANAN OSMOTIK ( phi )

Tekanan osmotik adalah tekanan yang diberikan pada larutan yang dapat menghentikan perpindahan molekul-molekul pelarut ke dalam larutan melalui membran semi permeabel  (proses osmosis).

Menurut VAN’T Hoff tekanan osmotik mengikuti hukum gas ideal:
PV = nRT

Karena tekanan osmotik =  phi, maka :
phi =  n/V R T = C R T

dimana :
phi = tekanan osmotik (atmosfer)
C        = konsentrasi larutan (mol/liter= M)
R        = tetapan gas universal = 0.082 liter.atm/moloK
T        = suhu mutlak (oK)

- Larutan yang mempunyai tekanan osmotik lebih rendah dari yang lain disebut larutan Hipotonis.
- Larutan yang mempunyai tekanan osmotik lebih tinggi dari yang lain  disebut larutan Hipertonis.
- Larutan-larutan yang mempunyai tekanan osmotik sama disebut Isotonis.


Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa larutan elektrolit di dalam pelarutnya mempunyai kemampuan untuk mengion. Hal ini mengakibatkan larutan elektrolit mempunyai jumlah partikel yang lebih banyak daripada larutan non elektrolit pada konsentrasi yang sama.


Sifat koligatif larutan elektrolit dan non elektrolit

Rumus larutan elektrolit sama dengan larutan non elektrolit. Bedanya, untuk larutan elektrolit dikali dengan faktor Van’t Hoff (i)

Faktor Van’t Hoff(i) i = [1+α (n-1)]
Keterangan :
n = jumlah kation dan anion
α = derajat ionisasi

OK. Finish….See you in the next material.

MENGENAL UNSUR & TEKNIK CEPAT MENGHAFAL TABEL PERIODIK UNSUR

Tuesday, September 15th, 2009

Berdasarkan survey yang sudah dilakukan, membuktikan ternyata banyak sekali siswa/i SMA yang kesulitan dalam menghafal unsur-unsur yang ada pada tabel periodik. Saya akan coba “sharing” tentang teknik cepat menghafal tabel periodik unsur. Sebelumnya saya berikan gambaran umum tentang tabel periodik unsur. Biasanya saya suka membuat singkatan tabel ini menjadi tabel SPU (Sifat Periodik Unsur).

Tabel periodik unsur terbagi dalam empat jenis golongan, yaitu :
1. Golongan A (golongan utama)
2. Golongan B (golongan transisi)
3. Golongan Lantanida
4. Golongan Aktinida
Tabel ini disusun berdasarkan kemiripan sifat unsur dan juga kenaikan nomor massa.

Pada table SPU ada yang disebut Golongan dan juga Periode. Perbedaannya:
- Golongan dibaca dengan posisi vertical/kolom/tegak
- Periode dibaca dengan posisi horizontal/baris/tidur

Berdasarkan tabel SPU bisa kita lihat, ada 8 golongan A dan 8 golongan B.

Klo periode ada 7.

OK, sekarang saya coba sampaikan tentang tehnik cepat menghafal unsur yang ada pada tabel SPU. Sebenarnya ada dua Tehnik dalam menghafalnya, yaitu :
1. Merangkai simbol unsur menjadi kalimat yang gampang diingat … OR…
2. Merangkai simbol unsur secara langsung sehingga jadi singkatan

TEKNIK PERTAMA


Golongan IA (Alkali Tanah)

H = Hidrogen   dibaca dengan Ha
Li = Litium   dibaca menjadi Li
Na = Natrium  dibaca menjadi Na
K = Kalium   dibaca menjadi Kawin
Rb = Rubidium  dibaca menjadi Robby
Cs = Cesium  dibaca menjadi Cs
Fr = Fransium  dibaca menjadi Frustasi

Dirangkai menjadi HaLiNa Kawin Robby Cs Frustasi.

Golongan IIA (Alkali Tanah)

Be = Berilium  dibaca menjadi Beli
Mg = Magnesium  dibaca menjadi Mangga
Ca = Calsium  dibaca menjadi Cari
Sr = Stronsium  dibaca menjadi Sirsak
Ba = Barium  dibaca menjadi Bawa
Ra = Radium  dibaca menjadi Rambutan

Dirangkai menjadi Beli Mangga Cari Sirsak Bawa Rambutan.

Golongan IIIA ( Boron)

B = Boron

Al = Aluminium

Ga = Galium

In = Indium

Ti = Titanium

Golongan IIIA langsung aja B-Al-Ga-In-Ti.

Golongan IVA (Karbon)

C= Karbon  dibaca dengan Cari
Si = Silikon  dibaca menjadi Siput
Ge = Germanium  dibaca menjadi Gede
Sn = Stannum  dibaca menjadi Sunan
Pb = Plumbum  dibaca menjadi Purba

Dirangkai menjadi Cari Siput Gede Sunan Purba

Golongan VA (Nitrogen)

N = Nitrogen  dibaca menjadi Namanya
P = Phosporus / Fosfor  Dibaca menjadi Panji
As = Arsenik / Arsen  dibaca menjadi Aslinya
Sb = Stibium  dibaca menjadi Surabaya
Bi = Bismut  dibaca menjadi Bising

Dirangkai menjadi Namanya Panji Aslinya Surabaya Bising

Golongan VIA (Oksigen)

O = Oksigen  dibaca menjadi O
S = Sulfur  dibaca menjadi Saya
Se = Selenium  dibaca menjadi Sering
Te = Telurium  dibaca menjadi Telpon
Po = Polonium  dibaca menjadi Polisi

Dirangkai menjadi O Saya Sering Telpon Polisi

Golongan VIIA (Halogen)

F = Fluorin  dibaca menjadi F
Cl = Klorin  dibaca menjadi Cl
Br = Bromin  dibaca menjadi Br
I = Iodin  dibaca menjadi I
At = Astatin  dibaca menjadi At

Golongan VIIA langsung aja F-Cl-Br-I-At

Golongan VIIIA (Gas Mulia)

He= Helium  dibaca dengan Heboh
Ne = Neon  dibaca menjadi Negara
Ar = Argon  dibaca menjadi Arab
Kr = Kripton  dibaca menjadi Kirim
Xe = Xenon  dibaca menjadi Xendok
Rn = Radon  dibaca menjadi Rutin

Dirangkai menjadi Heboh Negara Arab Kirim Xendok Rutin

TEKNIK KEDUA

Golongan IA      :    H Li Na K Rb Cs Fr    (ejaannnya menjadi HaLiNaK RbCesFer)
Golongan IIA    :    B Mg Ca Sr Ba Ra    (ejaannya menjadi BeMegCaSrBaRa)
Golongan IIIA  :    B Al Ga In Tl    (ejaannya menjadi BAlGaInTel)
Golongan IVA   :    C Si Ge Sn Pb    (ejaannya menjadi CeSiGeSnPb)
Golongan VA     :    N P As Sb Bi    (ejaannya menjadi NPiAsSbBi)
Golongan VIA   :    O S Se Te PO    (ejaannya menjadi OSSeTePo)
Golongan VIIA :    F Cl Br I At    (ejaannya menjadi FClBrIAt)
Golongan VIIIA :    He Ne Ar Kr Xe Rn    (ejaannya menjadi HeNeArKerXeRen)

OK ….I Hope this material can useful for you and all of my students.
To be continue in other time.